Sabtu, 17 Maret 2018

Teruslah Berdoa by Ust.Salim A.Fillah

Maret 17, 2018 0 Comments

       Mendahulukan memahami sesama itu melelahkan jiwa, tapi siapa yang ahli mengasahnya, kan dihadiahi cita dan doa-doa; jelita, rahasia. Kesederhanaanlah bukan kemegahan, yang lebih mudah mengundang doa-doa yang tulus dan rahasia. Dan juga cinta. Cara memuji paling indah adalah dengan mendoakan. Cara mencela paling mulia adalah dengan memberi teladan.        Teruslah berdoa hingga bukan isi doanya, tetapi doa itu sendiri yang menjadi hajat dan nikmatnya menghamba pada-Nya. Moga Allah bimbing kita memahami kalam-Nya; ketika hari ini banyak kecenderungan membelenggu ayat dengan judul dan kerangka. 


Ketika Doa Terijabah by Ust. Salim A. Fillah

Maret 17, 2018 3 Comments

     Dalam Al-Hikam, Ibnu Athaillah As-Sakandari mengisahkan sebuah doa yang yang diijabah oleh Allah, tetapi sang pendoa tak siap akannya. Seorang ahli ibadah berdoa memohon kepada Allah agar dikaruniai dua potong roti setiap hari tanpa harus bekerja. Sehingga dengannya  dia dapat dengan tekun beribadah kepada Allah. Dalam bayangannya, jika tak berpayah kerja mengejar dunia, ibadahnya akan lebih terjaga. Maka Allah pun mengabulkan doanya. Dengan cara yang tak terduga. Tiba-tiba dia ditimpa fitnah dahsyat yang membuatnya harus dipenjara.
       Allah takdirkan bahwa dipenjara dia diransum dua potong roti; satu di pagi, satu di petang. Tanpa bekerja. Dia pun luang dan lapang beribadah. Tetapi apa yang dilakukan sang 'abid? Dia sibuk meratapi nasibnya yang terasa nestapa. Masuk penjara begitu menyakitkan dan penuh duka. Dia tak sadar, bahwa masuk penjara adalah bagian dari terkabulnya doa yang dipanjatkan sepenuh hati. Rasa nestapa menutup keinsyafannya. 
       Apa pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah doa sang 'abid ini ? Wallahu a'lam bish shawaab. Pertama : hati-hatilah dalam berdoa dan meminta Sungguh, boleh meminta apa pun, memohon serinci bagaimanapun, dengan ucapan dan bahasa mana pun. Tetapi doa yang baik tetap ada adabnya.
        Diantara doa terbaik telah Allah ajarkan dan firman-Nya atau tersebut dalam kisah tentang hamba-Nya yang shalih dalam Al-Qur'an. Doa terbaik juga telah diajarkan oleh Nabi Saw melalui sabdanya atau melalui apa yang terkisah dalam perjalanan hidupnya yang mulia. Maka berdoa dengan apa yang telah mereka tuntunkan adalah lebih utama, mengunguli segala bentuk doa apa pun lainnya. 
        Pelajaran selanjutnya, Allah lebih tau dibanding kita tentang apa yang terbaik bagi kita. Maka mintalah yang terbaik dari Allah. Setiap pengabulan doa selalu diikuti konsekuensianya. Maka jika kita meminta yang terbaik, semoga Allah bimbing juga agar kita mampu menghadapinya. 
      Dan karena pengabulan doa diikuti konsekuensinya; meminta "hasil" biasanya melahirkan kebuntuan, tapi meminta "sarana" membuka jalan baru. Berdoa minta karunia yang hiasi jiwa: keimanan, kesabaran berlipat, kemampuan bersyukur, dan lain sebagainya, lebih indah daripada meminta benda-benda. 
        Kita pun ingat, Sebab Allah Mahatau, doa bukanlah cara memberitahu-Nya akan apa yang kita butuhkan. Doa itu bincang mesra pada-Nya. Maka teruslah berbincang mesra hingga bukan hanya isi doanya, melainkan berdoa itu sendirilah yang menjadi kebutuhan dan deru jiwa kita. 
     Setambah kecil pelajaran dari kisah doa : seringkali banyak pinta kita telah dikabulkan-Nya, tapi tak terhijab tak menyadarinya. Hijab itu mungkin tersebab prasangka buruk kita kepada Allah, kurangnya syukur, dan ketidaktepatan doa yang lahirkan ketaksiapan menerima paket paripurna pengabulan-Nya ketika Allah memperkenankan. Semoga Allah bimbing kita senantiasa dalam berdoa. 

Kamis, 15 Maret 2018

Patience

Maret 15, 2018 0 Comments

       Kesabaran adalah hal yang terindah di dalam kehidupan. Jika kita dapat menyikapi setiap peristiwa yang kita lewati setiap harinya, tentu tanpa kesabaran kita tidak dapat menapaki kehidupan yang penuh dengan kerikil-kerikil batu yang akan dapat kita temui setiap harinya dalam hidup ini. Kesabaran adalah hal yang perlu kita tanamkan dalam hati kita. Banyak orang mengatakan, sabar itu capek, sabar itu sakit, sabar itu susah, terus gimana dong? cukup kita katakan kalau sabar itu indah. yah sabar adalah hal yang indah dan untuk memiliki sifat sabar memang sulit jika kita tidak latih, karena latihan kesabaran datang setiap harinya dalam hidup kita melalui peristiwa sehari-hari yang kita jumpai dalam kehidupan kita. 

“Sungguh akan dibayar upah (pahalah) orang-orang yang sabar dengan tiada batas hitungan.” (Q.S. Az-Zumar 10).
“Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan shalat) sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar ” (Q.S. Al-Baqarah 153).
       Jika kita mendapati kesulitan dalam hidup ini maka jangan pernah kau melupakan Maha Kuasa yang selalu berada bersamamu kemanapun kau melangkah.  kau dapat mencurahkan dan mengutarakan keluh kesahmu kepadaNya kapan pun kau inginkan karena Allah senang untuk dipinta. 

Goresan Catatan Singkat-Menetapkan Fokus by dewinaisyah

Maret 15, 2018 0 Comments

 Sebegitu pentingnya fokus sehingga membuat George Lucas mengatakan bahwa realitas yang kita hadapi saat ini memang bergantung pada sejauh mana fokus yang kamu tetapkan. Kenapa hidup harus memiliki perencanaan? Agar ia memiliki fokus untuk dikejar. Karena tanpa targetan, hidup akan mengawang mengikuti arah angin terbang. Biasanya orang yang sukses adalah mereka yang fokus menekuni bidang masing-masing.

Life is like camera Focus on what's important and you'll capture it perfectly. 

1. Fokus Membantu Memberikan Arah dan Prioritas
2. Fokus pada Kemampuan kita. Bukan pada Keberhasilan orang lain. 
3. Fokus pada Suatu Bidang. Bukan Kepo dengan Semua Hal.

untuk lebih lanjutnya teman-teman bisa membelinya di toko buku terdekat ya ;)

Kisah Seorang Tukang kayu yang Ditanyai Malaikat Mungkar-Nakir di Alam Kubur

Maret 15, 2018 0 Comments



Ini hanyalah kisah yang sampai saat ini belum terbukti kebenarannya. Namun, walaupun demikian kisah ini memiliki makna dan hikmah yang baik dan positif untuk kita jadikan pelajaran dan kita renungkan. Semoga menjadi motivasi bagi kita agar senantiasa ada di jalan yang lurus tanpa tertipu kehidupan dunia yang penuh dengan kesenangan sesaat.
Kisah ini diambil dari berbagai sumber mengenai seorang tukang kayu yang menemani seorang konglomerat di dalam kubur selama 40 hari.

Berikut adalah kisah lengkapnya;
  Seorang konglomerat menulis satu surat wasiat sebagai berikut;


"Barang siapa yang dapat menjagaku di dalam kubur setelah Aku mati nanti akan kuwarisi separuh dari harta peninggalanku."

Lalu ditanyakanlah hal itu pada anak-anaknya apakah mereka sanggup menjaganya di dalam kubur nanti.

Namun anak-anaknya menjawab, "Mana mungkin kami sanggup menjagamu wahai ayah karena pada masa itu ayahpun sudah menjadi mayat."

Selang keesokan harinya dipanggillah semua adik-adiknya dan beliau berkata,
"Wahai adik-adikku sekalian sanggupkah kamu menjaga aku setelah aku mati nanti selama 40 hari bersamaku di dalam kubur? nanti aku akan memberi setengah daripada hartaku kepada di antara kamu yang sanggup bersamaku."

Dan adik-adiknya pun menjawab, “Wahai abangku, adakah engkau sudah gila mana mungkin ada manusia yg sanggup bersama mayat selama itu di dalam tanah.” Lalu dengan sedih Konglomerat tersebut memanggil ajudannya untuk mengumumkan penawaran istimewanya itu ke seantero negeri.

Akhirnya sampai jugalah pada hari di mana konglomerat tersebut kembali ke Rahmatullah. Kuburnya telah dihias dg megah laksana sebuah peristirahatan termewah yg pernah ada dg semua perlengkapannya.

Pada waktu yang hampir bersamaan seorang Tukang kayu yang sangat miskin telah mendengar akan wasiat tersebut lalu diberitahu kepada isterinya apakah dia perlu mengambil kesempatan ini untuk menjadi kaya.

Isterinya berkata, “Wahai suamiku, apalah artinya menjaga mayat tersebut selama 40 hari dibandingkan kerjamu ketika menebang kayu di dalam hutan dan bertemu dg harimau dan hantu penunggu hutan. Tukang kayu tersebut dengan tergesa-gesa segera datang ke rumah konglomerat tersebut untuk memberitahukan kepada ahli waris konglomerat tersebut akan kesanggupannya.

Keesokan harinya dikebumikanlah jenazah Sang Konglomerat, Si Tukang kayu itu pun ikut turun ke dalam liang lahat bersama kapaknya.

Setelah pengantar jenazah meninggalkan area pemakaman, maka datanglah Malaikat Munkar dan Nakir ke dalam kubur tersebut. Si Tukang kayu menyadari siapa yang datang maka Ia segera agak menjauhkan diri dari mayat konglomerat tersebut.

Terbetik di fikirannya bahwa sudah tiba saatnya Sang konglomerat tersebut akan diinterogasi oleh malaikat Munkar dan Nakir. Tetapi yg terjadi malah sebaliknya, Malaikat Munkar dan Nakir malah menuju ke arahnya dan bertanya “Apa yang kau buat di sini” ? Aku menemani mayat ini selama 40 hari untuk mendapatkan setengah harta wasiatnya” jawab si Tukang kayu. “Apa harta yang ada pada kau sekarang”? lanjut Malaikat Munkar-Nakir. “Aku cuma memiliki sebatang kapak ini saja untuk mencari rezeki” timpal si tukang kayu. Kemudian malaikat maut bertanya lagi “Dari mana kau dapat kapak ini” ?. “Aku membelinya” balas si tukang kayu.

Lalu pergilah 2 Malaikat di hari pertama dari dalam kubur tersebut. Hari kedua Mereka datang lagi dan bertanya “apa yang kau buat dengan kapak ini”?. “Aku menebang pohon untuk dijadikan kayu bakar untuk dijual” sergah tukang kayu. Di hari ketiga di tanya lagi “Pohon siapa yang kau tebang dengan kapak ini?. “pohon itu adanya di hutan belantara jadi ngak ada yg punya” timpalnya. “Apa Kau yakin” lanjut malaikat. Kemudian Mereka menghilang dan datang lagi di hari ke empat. Kemudian Mereka bertanya lagi “Adakah kau potong pohon tersebut dengan kapak ini dg ukurannya dan beratnya yg sama untuk dijual?. “Aku potong dikira-kira saja, mana mungkin ukurannya bisa sama rata” tegas tukang kayu.

Begitu terus yg dilakukan malaikat Munkar dan Nakir datang dan pergi sampai tak terasa sekarang 39 hari sudah dan yg ditanyakan masih berkisar dg kapak tersebut.

Di hari terakhir yang ke 40, datanglah malaikat Munkar dan Nakir sekali lagi bertemu dengan Tukang kayu tersebut. Berkata Munkar dan Nakir “hari ini aku akan kembali bertanya soal kapak ini”. Belum sempat Malaikat Munkar dan Nakir bertanya, si Tukang kayu tersebut malahan dengan segera melarikan diri ke atas dan membuka pintu kubur tersebut. Ternyata di luar sudah banyak orang yg menantikan kehadirannya untuk keluar dari kubur tersebut.

Namun si Tukang kayu tersebut dengan tergesa-gesa keluar dan meninggalkan mereka semua dan sambil berkata ambillah semua bagian harta wasiat tersebut oleh kalian karena aku sudah tidak menginginkannya lagi.

Sesampai di rumahnya lalu si isteri berkata wahai suamiku, di manakah setengah harta peninggalan konglomerat tersebut. Maka si Tukang kayu menjawab “Aku tidak menginginkannya lagi, di dunia ini harta yg kumiliki padahal cuma semata kapak ini, tapi malaikat Mungkar dan Nakir sampai 40 hari yg mereka tanyakan dan persoalkan masihlah saja di seputar kapak ini. Bagaimana jadinya kalau hartaku begitu banyak. Entah berapa lamanya dan bagaimana Aku menjawabnya”

Allah berfirman ;

“Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggungjawaban?)” Al-Qiyamah ayat 36.

Sahabat Rasulullah saw yg paling kaya ialah Abdul Rahman bin Auf ra. Beliau dikatakan adalah sahabat yang paling terakhir masuk surga karena lamanya masa yg digunakan untuk menghisab beliau, seperti dari riwayat Aisyah ra yg pernah mendengar Rasullullah SAW bersabda “Kulihat Abdurrahman bin’Auf masuk surga dengan perlahan-lahan (merangkak)!” (HR Bukhari)

Dari Ibnu Mas’ud ra dari Nabi Muhammad SAW bahwa beliau bersabda, “Tidak akan bergerak tapak kaki anak Adam pada hari kiamat, hingga ia ditanya tentang 5 perkara yaitu umurnya untuk apa dihabiskannya, masa mudanya, kemana dipergunakannya, hartanya darimana ia memperolehnya & kemana dibelanjakannya & ilmunya sejauh mana diamalkan?” (HR. Tarmidzi)

Kaya tidak masalah tapi yang menjadi masalah dari mana harta kita dan untuk apa digunakan. Mari sama-sama kita mencari rezeki yang halal dan baik serta digunakan dalam jalan kebaikan.
Itulah Kisah Tukang Kayu di Alam Kubur.

Silakan dibagikan untuk teman atau saudara kita di sosial media, semoga bermanfaat dan menjadi renungan untuk kita.