Berbicara mengenai pendidikan sama halnya berbicara mengenai sumber daya manusia. Karena untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas diawali dengan pendidikan. Setiap jiwa berhak mendapatkan pendidikan yang layak. Dalam kesempatan kali ini penulis ingin menyoroti mengenai pendidikan yang ada di Indonesia dan Jepang.
🔥Indonesia
1. Sistem Pendidikan/ Kurikulum
a. Jenjang Pendidikan
⏩ Wajib belajar, Wajib belajar sembilan tahun pendidikan dasar dan menengah dimulai ketika anak berusia 7 tahun hingga 16 tahun.
⏩Pra-pendidikan, Pra-pendidikan dasar atau dinamakan dengan pendidikan usia dini diselenggarakan bagi anak sejak lahir sampai dengan enam tahun dan bukan merupakan prasyarat untuk mengikuti pendidikan dasar.
⏩Pendidikan Dasar, untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) ditempuh selama 6(enam) tahun yaitu pada usia 7 - 12 tahun, sedangkan untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) ditempuh selama 3(tiga) tahun yaitu pada usia 13 - 15 tahun.
⏩ Pendidikan menengah, untuk jenjang Sekolah Menengah Atas(SMA) ditempuh selama 3 (tiga) tahun yaitu usia 16 - 18 tahun. Sekolah ini diperuntukkan bagi siswa yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi sedangkan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ditempuh selama 3(tiga) tahun 16 -18 tahun dengan bidang keahlian diantaranya Teknik, Bisnis dan Manajemen, Pariwisata, Tata Boga, Tata Busana, Agribisnis, Seni Rupa, Perkapalan, Teknologi Informasi dan Komunikasi, dan lain-lain. Sekolah ini diperuntukkan bagi siswa yang ingin melanjutkan ke dunia kerja.
⏩ Pendidikan Tinggi, Pendidikan tinggi terdiri dari
1.Pendidikan akademik yang memiliki fokus dalam penguasaan ilmu pengetahuan.
Jenjang:
a. Sarjana (S1) selama 4 tahun.
b. Program Profesi, Magister (S2) selama 2 tahun.
c. Program Spesialis (SP) dan Program Doktoral (S3) selama 3 tahun.
2. Pendidikan vokasi yang menitikberatkan pada persiapan lulusan untuk mengaplikasikan keahliannya. Jenjang : Diploma I, II, II dan IV
b. Anggaran Pendidikan
⏩ Pembiayaan pendidikan, Adanya dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) untuk pembiayaan seluruh kegiatan dalam rangka penerimaan siswa baru, sumbangan pembiayaan pendidikan (SPP), pembelian buku teks pelajaran, biaya ulangan harian dan ujian, serta biaya perawatan operasional sekolah sehingga adanya pembebasan biaya pendidikan dari jenjang SD sampai SMP.
2. Proses Pembelajaran
⏩ Metode Pembelajaran, Menggunakan metode saintifik (Mengamati, menanya, mengumpulkan data, mengasosiasi, mengomunikasikan).
⏩ Peran guru, yakni sebagai fasilitator.
⏩ Mata Pelajaran wajib,
1. Jenjang SD, Matematika, Bahasa Indonesia, Pendidikan Agama, Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Kesenian. IPA dan IPS menjadi tematik di pelajaran-pelajaran lainnya.
2. Jenjang SMP, Pendidikan Agama, Pancasila & Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, Bahasa Inggris, Seni Budaya (muatan lokal), Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Prakarya.
3. Jenjang SMA, Mata Pelajaran Wajib (Klmpk A)
1. Pendidikan Agama
2. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
3. Matematika
4. Sejarah Indonesia
5. Bahasa Indonesia
6. Bahasa Inggris
Mata Pelajaran Wajib (Klmpk B)
1. Seni Budaya
2. Prakarya
3. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan
Mata Pelajaran Pilihan (Kelompok C) atau Peminatan Akademik
A. Peminatan Matematika dan Sains
1. Biologi
2. Fisika
3. Kimia
4. Matematika
B. Peminatan Sosial
1. Geografi
2. Sejarah
3. Sosiologi dan Anthropologi
4. Ekonomi
C. Peminatan Bahasa
1. Bahasa dan Sastra Indonesia
2. Bahasa dan Sastra Inggris
3. Bahasa dan Sastra Arab
4. Bahasa dan Sastra Mandarin3. Evaluasi Pendidikan
⏩ UAN, Adanya Ujian Akhir Nasional yang digunakan untuk menentukan kelulusan siswa SD, SMP, dan SMA. Tetapi bukan menjadi acuan satu – satunya untuk menentukan kelulusan. Kelulusan juga ditentukan oleh nilai ujian akhir sekolah dan nilai rapor. Namun, untuk diketahui bersama pada tahun 2020 UAN ditiadakan karena virus covid-19 yang sedang mewabah di Indonesia.
⏩ Ujian masuk universitas, Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi :
Untuk perguruan tinggi negeri (1). SBMPTN melalui jalur undangan dan jalur tertulis. (2) Seleksi Mandiri dari universitas yang bersangkutan. Untuk perguruan tinggi swasta menggunakan Seleksi Mandiri dari universitas yang bersangkutan.
⏩ Rangking, Adanya sistem peringkat didalam kelas maupun di sekolah, sehingga menciptakan adanya sekolah terbaik, siswa terbaik, dan sebagainya.
⏩ Sistem kenaikan kelas, Ujian kenaikan kelas yang dilakukan setiap tahun pada setiap jenjang pendidikan.
⏩ Sistem Penilaian, Sistem penilaian menggunakan penilaian dengan acuan KKM. KKM merupakan batas kriteria ketuntasan minimal yang harus dicapai siswa untuk dapat dikategorikan lulus. Apabila terdapat siswa yang belum memenuhi KKM, dilakukan pembelajaran remidial.
🔥Jepang
🔥Jepang
1. Sistem Pendidikan/ Kurikulum
a. Jenjang Pendidikan
⏩Wajib Belajar, Wajib belajar sembilan tahun pendidikan dasar dan menengah berlaku untuk penduduk berusia 6 tahun hingga 15 tahun.
⏩Pra Pendidikan, Pendidikan anak usia dini memang tidak termasuk dalam pendidikan yang diwajibkan, namun pemerintah menyediakan sekolah TK atau yg disebut dengan Youchien. Selain itu juga ada Hoikuen (day care). Perbedaan antara Youchien dan Hoikuen hanya terletak pada jam belajarnya. Youchien hanya dari pukul 8;50-13:30, sedangkan Hoikuen dimulai sejak pukul 07:00-19:00. Hoikuen diperuntukkan untuk anak-anak yang orang tuanya bekerja dan tidak ada yang bisa menjaganya. Oleh karena itu, salah satu syarat mendaftarkan ke sekolah ini adalah surat keterangan bahwa kedua orang tua bekerja.
⏩Pendidikan Dasar, untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) ditempuh selama 6(enam) tahun yaitu pada usia 7 - 12 tahun, sedangkan untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) ditempuh selama 3(tiga) tahun yaitu pada usia 13 - 15 tahun.
⏩ Pendidikan Menengah, (1)Sekolah Menengah Akademis Elit. Sekolah ini diperuntukkan bagi siswa yang ingin melanjutkan ke jenjang universitas papan atas nasional. (2) Sekolah Tinggi Akademik Non-elit. Sekolah ini diperuntukkan bagi siswa masuk universitas atau perguruan tinggi kurang bergengsi. (3) SMK yang menawarkan kursus dalam perdagangan, mata pelajaran teknis, pertanian, homescience, keperawatan dan perikanan. Sekitar 60% dari lulusan mereka memasuki pekerjaan penuh-waktu. (4) Korespondensi Sekolah Tinggi menawarkan berbagai bentuk pendidikan fleksibel untuk 1,6% dari siswa SMA biasanya bagi mereka yang tidak mampu menyeleasikan jenjang sekolah tinggi karena berbagai alasan. Program Evening SMA digunakan untuk memberikan pengajaran bagi siswa miskin tetapi memiliki ambisius yang tinggi untuk memperbaiki kekurangan pendidikan mereka.
⏩ Pendidikan Tinggi, Pendidikan tinggi terdiri dari Universitas (å¤§å¦ daigaku), Akademi Teknologi (çŸæœŸå¤§å¦ tanki daigaku), Sekolah Tinggi Teknik (Koto-senmon-gakko), Sekolah Kejuruan (Senmon-gakko). Sedangkan Jenjang Sarjana (S1) selama 4 tahun. Khusus untuk kedokteran 6 tahun, Program Master (S2) selama 2 tahun dan Program Doktor (S3) selama 3 tahun.
b. Anggaran Pendidikan
⏩Wajib Belajar, Wajib belajar sembilan tahun pendidikan dasar dan menengah berlaku untuk penduduk berusia 6 tahun hingga 15 tahun.
⏩Pra Pendidikan, Pendidikan anak usia dini memang tidak termasuk dalam pendidikan yang diwajibkan, namun pemerintah menyediakan sekolah TK atau yg disebut dengan Youchien. Selain itu juga ada Hoikuen (day care). Perbedaan antara Youchien dan Hoikuen hanya terletak pada jam belajarnya. Youchien hanya dari pukul 8;50-13:30, sedangkan Hoikuen dimulai sejak pukul 07:00-19:00. Hoikuen diperuntukkan untuk anak-anak yang orang tuanya bekerja dan tidak ada yang bisa menjaganya. Oleh karena itu, salah satu syarat mendaftarkan ke sekolah ini adalah surat keterangan bahwa kedua orang tua bekerja.
⏩Pendidikan Dasar, untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) ditempuh selama 6(enam) tahun yaitu pada usia 7 - 12 tahun, sedangkan untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) ditempuh selama 3(tiga) tahun yaitu pada usia 13 - 15 tahun.
⏩ Pendidikan Menengah, (1)Sekolah Menengah Akademis Elit. Sekolah ini diperuntukkan bagi siswa yang ingin melanjutkan ke jenjang universitas papan atas nasional. (2) Sekolah Tinggi Akademik Non-elit. Sekolah ini diperuntukkan bagi siswa masuk universitas atau perguruan tinggi kurang bergengsi. (3) SMK yang menawarkan kursus dalam perdagangan, mata pelajaran teknis, pertanian, homescience, keperawatan dan perikanan. Sekitar 60% dari lulusan mereka memasuki pekerjaan penuh-waktu. (4) Korespondensi Sekolah Tinggi menawarkan berbagai bentuk pendidikan fleksibel untuk 1,6% dari siswa SMA biasanya bagi mereka yang tidak mampu menyeleasikan jenjang sekolah tinggi karena berbagai alasan. Program Evening SMA digunakan untuk memberikan pengajaran bagi siswa miskin tetapi memiliki ambisius yang tinggi untuk memperbaiki kekurangan pendidikan mereka.
⏩ Pendidikan Tinggi, Pendidikan tinggi terdiri dari Universitas (å¤§å¦ daigaku), Akademi Teknologi (çŸæœŸå¤§å¦ tanki daigaku), Sekolah Tinggi Teknik (Koto-senmon-gakko), Sekolah Kejuruan (Senmon-gakko). Sedangkan Jenjang Sarjana (S1) selama 4 tahun. Khusus untuk kedokteran 6 tahun, Program Master (S2) selama 2 tahun dan Program Doktor (S3) selama 3 tahun.
b. Anggaran Pendidikan
⏩ Pembiayaan Pendidikan, Adanya pembebasan biaya pendidikan untuk wajib belajar 9 tahun dari
jenjang SD sampai SMP. Siswa SD dan SMP di Jepang tidak membayar uang SPP, dan
hanya membayar biaya non SPP, seperti pembelian buku penunjang (buku wajib
gratis), biaya ekskul, tour sekolah, dan lain-lain.
2. Proses Pembelajaran
⏩ Metode Pembelajaran, Pembelajaran
di Jepang menggunakan metode belajar tutor sebaya (peer learning) atau yang disebut Lesson Study (LS).
⏩ Peran Guru, Sebagai fasilitator. Ada 3 prinsip mengajar
guru-guru di Jepang, yaitu Tanoshii jugyou (kelas harus menyenangkan), Wakaru ko (anak harus mengerti), dekiru ko (anak harus bisa).
⏩ Mata Pelajaran Wajib, Sekolah di Jepang sedikit mempunyai kebebasan
meramu sendiri kurikulum matapelajaran sekolah. Mata pelajaran yg distandarkan
secara nasional seperti bahasa Jepang, bhs Inggris, Math, Sejarah, Sports,
Penjas, Keterampilan dan Kesenian, Science,
Integrated Course, Home room. Integrated Course adalah jam khusus untuk
mempelajari banyak hal dan merupakan paduan beberapa subject. Home room adalah kegiatan aktivitas kelas,
misalnya persiapan event tertentu, rekreasi kelas, pentas seni dan lain-lain.
3. Evaluasi Pendidikan
⏩ UAN, Tidak ada ujian nasional untuk menentukan
kelulusan. Penilaian kelulusan siswa SMP dan SMA tidak berdasarkan hasil final
test, tapi akumulasi dari nilai ulangan harian, ekstra kurikuler, mid test dan
final test.
⏩Ujian Masuk Universitas, Untuk
masuk universitas, siswa lulusan SMA diharuskan mengikuti ujian masuk
universitas yang berskala nasional. Ujian masuk universitas dilaksanakan dalam
dua tahap. Pertama secara nasional dimana soal ujian disusun oleh Ministry of
Education yang terdiri dari lima pelajaran, sama seperti ujian masuk SMA. Tahap
kedua, siswa harus mengikuti ujian masuk yang dilakukan masing-masing
universitas, yaitu ujian masuk universitas. Skor
kelulusan adalah akumulasi ujian masuk nasional dan ujian di setiap perguruan
tinggi.
⏩ Rangking, Adanya sistem peringkat yang ada di dalam kelas.
⏩Sistem Kenaikan Kelas, Tidak ada ujian kenaikan kelas pada jenjang
pendidikan dasar tidak, tetapi siswa yang telah menyelesaikan proses belajar di
kelas satu secara otomatis akan naik ke kelas dua, demikian seterusnya. Ujian
akhir juga tidak ada sehingga siswa yang telah menyelesaikan studinya di
tingkat SD dapat langsung mendaftar ke SMP. Akan tetapi sekolah tetap
mengadakan ulangan atau test kecil untuk tetap memacu kualitas dan kuantitas belajar.
⏩ Sistem Penilaian, Jenjang
Pendidikan Dasar : System penilaian
ulangan adalah dengan menggunakan huruf A, B, dan C untuk semua mata pelajaran
kecuali matematika. Untuk kelas 4 hingga kelas 6, dilakukan test IQ untuk
melihat kemampuan dasar siswa. Hasil tes ini digunakan sebagai bahan acuan
dalam memberikan perhatian lebih kepada siswa-siswanya terutama bagi siswa yang
kemmpuannya dibawah normal. Pada tingkat SMP dan SMA, sama ada dua kali ulangan yaitu mid test dan final test. Akan tetapi tidak bersifat wajib atau pun nasional. Namun di beberapa provinsi tetap melaksanakan ujian. Final test dilaksanakan serentak selama tiga hari, dengan materi ujian yang dibuat oleh sekolah berdasarkan standar dari Educational Board di setiap provinsi. Penilaian kelulusan siswa SMP dan SMA tidak berdasarkan hasil final test, tapi akumulasi dari nilai ulangan harian, ekstra kurikuler, mid test dan final test.
Apapun yang dilakukan oleh seseorang itu, hendaknya dapat bermanfaat bagi dirinya sendiri, bermanfaat bagi bangsanya dan bermanfaat bagi manusia di dunia pada umumnya - Ki Hajar Dewantara
Daftar Pustaka :
