Catatan harian seRamadhan Ini(CHSI)
Nur Afni Laili
Juni 08, 2015
0 Comments
yuk simak ceritanya…
Bismillahirrahmanirrahim
29 Juni/ 1 ramadhan diawali dengan kegiatan menjelang Ujian Akhir Semester(UAS) tidak lain adalah membaca buku, menganalisis lalu mencoba untuk memahaminya agar saat UAS tidak terlalu kesulitan. Namun, ada saja kendala yang saya hadapi, saat ingin memulai belajar ada saja halangan yang mampir ke dalam pikiran saya, yaitu ketakutan akan mata kuliah yang menakutkan serta dosen yang sulit untuk berbagi khususnya dalam masalah nilai. Hehehehe. Tetapi, sedihnya disaat hari pertama ramadhan saya tidak dapat berpuasa.
Lalu bagaimana dengan hari berikutnya?
3 Juli yaitu hari dimana saya memulai UAS saya. Hari pertama UAS Alhamdulillah dengan matakuliah yang masih ringan. Namun, hari kedua dan seterusnya matakuliah semakin berat. Parahnya, saya selalu melakukan sistem kebut semalam, meskipun seminggu sebelumnya saya sudah mempersiapkan, tetap saja saya melakukan cara ini. Hahaha. “ jangan dicontoh yaaaa !”.
Pada awal ramadhan adalah masa-masa yang membuat semangat namun tidak bagi saya, karena saya tidak dapat berpuasa. Meskipun begitu, saya mengisi waktu saya dengan membaca artikel yang berkaitan dengan bulan ramadhan. Menurut saya, awal bulan puasa itu sangat menguras hati. Bagaimana tidak? Awal puasa saya harus menghadapi UAS serta tidak dapat bersujud disepertiga malam-Nya. Sedih sekali bukan? Sedihnya lagi adalah saat itu saya bingung membedakan mana darah kotor dan mana darah haid. Saya memutuskan untuk puasa namun, hati saya belum yakin apakah ini darah kotor atau haid.
9 Juli tentunya hari yang telah dinantikan oleh semua warga Negara Indonesia (WNI) untuk memberikan hak suaranya di tempat pemilihan umum(TPU) sesuai domisili. Entah, pada hari itu hati saya bercampur aduk menjadi satu. Maka saya memutuskan untuk focus saja terhadap matakuliah yang akan diujikan keesokan harinya.
11 Juli adalah hari terakhir dimana saya telah selesai menempuh UAS. Senangnya hati saya karena seminggu lamanya saya harus berjuang. Tetapi kesedihan saya tidak sebanding dengan saudara kami yang berada di Palestina. Karena mereka sedang berjuang mewakili kami mempertahankan tanah suci dari pasukan tentara Israel. Menurut pendapat saya, saya yakin suatu saat nanti akan ada hari kemenangan untuk rakyat Palestina. Aaminn.
apakah teman-teman masih ingin menyimak???
14 Juli saya memutuskan untuk memeriksakan keadaan saya ke dokter. Alhamdulillah dokter mengatakan bahwa keadaan saya baik-baik saja.
“ mungkin kamu kecapean, setress dan pengaruh hormone kamu ” ucap dokter sambil bercanda. Setelah semuanya selesai dan akhirnya saya tiba sampai dirumah lalu meminum obat yang diberikan dari dokter.
Hari selanjutnya, saya sedih karena saya masih haid dan tidak bisa berpuasa seperti muslim lainnya. Mengapa demikian?
Karena saya sangat mengharapkan untuk dapat berpuasa namun tetap saja belum bisa. Mau tidak mau saya mengisi waktu saya dengan membaca buku yang saya pinjam dari Kak Diles. Hehehe..
Namun, saya mencoba untuk berpuasa dalam keadaan seperti ini. Karena, saya merasa bahwa ini adalah darah kotor. Tetapi saya tetap mencatatnya sebagai bagian hutang saya yang wajib dilunasi.
17 Juli saya mengisinya dengan ikut berpartisipasi membantu teman-teman serta kakak alumni di SMPN untuk acara pesantren kilat. Karena, hari itu adalah hari pertama dimulainya pesantren kilat untuk siswa kelas 9. Antusias mereka sungguh luar biasa. peserta sanlat pada hari itu sulit untuk diarahkan. Karena, mereka sibuk berbicara dengan teman sebelahnya masing-masing saat acara berlangsung. Namun, saya berusaha untuk menegurnya. Yang anehnya lagi, saya menemukan siswa yang sempat-sempatnya membawa tongsis untuk mengabadikan moment tersebut. Hehehe..
Lanjut hari kedua sanlat, kali ini para pesertanya adalah siswa kelas 8. Namun, kondisinya berbeda dari hari sebelumnya. Para pesertanya lebih mudah diatur meskipun ada sebagian yang masih suka berbicara dengan teman sebelahnya saat acara berlangsung. Namun, tema yang disampaikan oleh pembicara membuat para siswa antusias menyimaknya dari awal hingga selesai. Tetapi, saat pembicara telah selesai memberi materi, jarang sekali saya menemukan siswa yang mengajukan pertanyaan. “ mungkin mereka malu-malu “ pikir saya dalam hati.
19 Juli adalah hari terakhir sanlat yang diadakan di SMP saya. Pada hari itu Allah memberikan kemudahan karena, para siswa jauh lebih mudah diatur dari para peserta sebelumnya. Jelas saja, para pesertanya adalah kelas 7. Hehehe…
Dihari terakhir sangat terlihat perjuangannya, karena mereka sangat antusias mengikuti acara sanlat. Namun, kondisinya lebih kondusif dan materinya tidak membosankan. Pembicara memberikan materi yang mengetuk para hati siswa agar mau belajar menghapal al-qur’an.
22 Juli pengumuman hasil pilpres yang diumumkan oleh KPU. Entah kenapa saya masih saja antusias ingin tahu siapa yang akan menjadi presiden. Namun, saya hanya bisa berdoa demi kebaikan negeri ini untuk kedepannya. “ belajar lapang dada” ucap saya dalam hati. hehehe..
Lanjut ke topic selanjutnya
Di hari akhir ramadhan saya memutuskan untuk berkunjung ke toko buku Gramedia. Tujuan saya adalah mencari buku yang ditulis oleh Asma Nadia. Namun, saya belum beruntung karena, buku tersebut sudah laris terjual. Akhirnya saya beralih pada buku yang ditulis oleh ust felix. Saya membaca sinopsisnya saja, karena tidak mungkin seharian saya berdiri disana. Akhirnya saya memutuskan untuk melanjutkan bacaannya dirumah.
Pada bulan ramadhan kali ini nuansanya sangat berbeda. Karena, saya tidak merasakan sepenuhnya kemenangan di akhir ramadhan. Namun, saya berharap dapat dipertemukan di bulan ramadhan berikutnya. Aamiin.
Namun, hikmah yang dapat saya ambil adalah gunakan waktumu sebaik-baiknya karena waktu terus berjalan dan tidak akan pernah kembali.
Shodaqakallahuladzim, semoga kita semua dapat mengambil hikmah dari setiap kejadian
Salam.
@nafnilaili94
30 July 2014

